5 Tantangan Berat Menjadi Freelancer & Tips Ampuh Mengatasinya

Banyak orang yang awalnya berniat bekerja freelance secara full-time, kemudian mereka mengurungkan niatnya karena takut dengan stabilitas keuangan. Namun, kalau dipikir secara realistis, pekerjaan apapun mau itu bekerja sebagai pegawai tetap di suatu perusahaan atau pun bekerja sebagai freelance, keduanya sama-sama punya tantangannya tersendiri, termasuk stabilitas pemasukan bulanan.

Tantangan Bekerja Sebagai Freelancer dan Solusi Efektif Mengatasinya

Buat kamu yang penasaran dengan tantangan yang dihadapi para freelancer, bisa simak ulasan dibawah ini ya.

1. Penghasilan Tidak Stabil

Tantangan pertama yang dihadapi freelancer adalah pemasukan yang tidak stabil. Kadang penghasilan lebih tinggi daripada karyawan kantoran, kadang lebih rendah, atau parahnya lagi bisa saja tidak dapet penghasilan sama sekali dalam satu bulan.

Kenapa hal ini bisa terjadi? Jawabanya; penghasilan seorang freelancer sangat tergantung dari seberapa banyak project yang masuk dan bisa ia tangani dalam setiap bulannnya.

Cara Mengatasi Penghasilan Tidak Stabil yang Dialami Freelancer

Do: Tabung sebagian penghasilan freelance kamu setiap bulannya, misal 10 - 30%. Dengan begitu, saat kamu tidak mendapatkan project sama sekali, kamu masih punya tabungan untuk memenuhi kebutuhan bulananmu.

Don't:
Jangan melakukan pengeluaran apapun apabila fee hasil kerja belum dikirimkan oleh klien dan diterima freelancer. Karena pada kenyataannya, klien bisa saa mengirimkan invoice pencairan dana project terlambat dari tanggal kesepakatan, telatnya bisa sebulan, dua bulan, setengah tahun, atau bahkan setahun.

Maka dari itu, penting sekali untuk tidak membelanjakan uang yang kamu miliki hanya berdasarkan asumsi mendapatkan project = ada pemasukan yang bisa dipakai. Selama uang project belum kamu terima, jangan melakukan pengeluaran apapun kecuali untuk kebutuhan makan dan kebutuhan pokok lainnya.

2. Ide Buntu Saat Mengerjakan Banyak Project

Namanya juga pekerja kreatif, pasti freelancer di bidang apapun, entah itu desain grafis, content writing, seo specialist, web developer, dan profesi lepas lainnya nggak luput dari yang namanya burnout, ide buntu, stuck nggak bisa ngerjain project padahal project yang masuk ada banyak dan deadline-nya berdekatan. Tantangan kedua ini bakalan sering kamu temui saat bekerja sebagai freelancer.

Cara Mengatasi Ide Buntu Padahal Deadline Project Sudah Mepet

Do: Kamu bisa mencari inspirasi atau ide lewat membaca artikel, menonton video, atau referensi lainnya terkait project yang kamu kerjakan. Setelah mendapatkan ide, langsung kerjakan project freelance tersebut sekalipun kamu sedang kena writer's block atau burnout, fokusnya adalah tuntaskan pekerjaan terlebih dahulu, kalau sudah tuntas, barulah kamu bisa mengevaluasi hasil kerjanya apakah ada yang harus diperbaiki dan ditingkatkan. Dengan menerapkan tips ini, kamu bisa mengatasi tantangan kedua ini dengan mudah.

Don't:
Jangan menunda pekerjaan. Nggak karena kamu lagi buntu ide jadinya males-malesan, usahakan untuk mem-break down project menjadi pekerjaan yang kecil dan selesaikan secara bertahap hingga tuntas ya. Kalau kamu berdalih nunda ngerjain project dengan alasan; me time, kalau keterusan, bisa-bisa deadline terlewat dan project berantakan!

3. Keterbatasan Waktu Pengerjaan Project

Saat bekerja sebagai freelancer, kamu pasti akan bertemu dengan klien yang memberikan beragam jenis deadline mulai dari deadline yang longgar, terukur dan realistis sampai deadline mepet bakalan jadi makanan sehari-hari yang harus diatasi freelancer.

Tantangan keterbatasan waktu pengerjaan project ini kadang bisa jadi pemacu untuk mencari cara kerja efisien atau malah berakhir project berantakan dan terbengkalai karena kamu harus mengerjakan beberapa project sekaligus.

Cara Mengatasi Keterbatasan Waktu Pengerjaan Sebuah Project

Do: Kamu bisa mengkomunikasikan estimasi waktu pengerjaan project realistis yang bisa kamu kerjakan kepada klien. Tujuannya adalah agar kamu bisa bekerja secara maksimal dan klien puas dengan hasil kerjamu. Kedua, kalau bertemu klien yang tidak bisa diajak kompromi, tipsnya; maksimalkan estimasi waktu yang kamu punya tanpa menunda-nunda pekerjaan tersebut agar project bisa dituntaskan sesuai waktu yang disepakati.

Don't:
Kalau tidak mau project berantakan, jangan kerjakan project mendekati deadline karena hasilnya tidak akan maksimal dan berujung tidak maksimal, misalnya kamu mengirim hasil kerja lewat deadline dan klien tidak akan memberikan project kembali.

4. Sulit Mempromosikan Jasa Freelance untuk Mendapatkan Klien

Realistisnya, klien nggak akan datang dan memberikan project freelance kalau mereka nggak tahu tentang kamu. Maka dari itu, freelancer diharuskan untuk mau mempromosikan jasanya sendiri.

Tantangan ini seringkali membuat malas sebagian freelancer dan berharap mendapatkan klien instan, meski tidak semuanya, numpang jadi anggota tim freelance seseorang agar dapet klien instan tanpa keluar keringat atau minta-minta project ke orang lain biasanya jadi jalan pintas tipe freelancer yang malas mempromosikan jasa pribadinya.

Cara Mempromosikan Jasa Freelance Kamu

Do: Promosikan jasa freelance milikmu lewat blog, website, sosial media, atau bahkan marketplace freelance.

Don't:
Jangan malas mempromosikan jasa freelance milikmu karena diluar sana ada freelancer yang harus ditolak puluhan kali saat melakukan pitching. Kalau kamu diterima masuk tim freelance seseorang, usahakan untuk rajin, kalau malas, tidak akan diberikan project sama sekali atau bahkan dikeluarkan dari tim oleh owner tim freelance tersebut.

5. Harus Bisa Menghadapi Klien dengan Karakter Berbeda

Tantangan kelima yang sering meruntuhkan semangat seseorang untuk bekerja freelance adalah berhadapan dengan klien yang rese, ngasih bujet dibawah rata-rata tapi project-nya sulit minta ampun tapi minta ekspektasi hasil kerja rasa puluhan juta rupiah. Kalau sudah begini, dijamin deh, freelancer bakalan dibuat galau harus ambil project tapi bujet nggak sesuai, nolak project belum tentu dapet proect baru.

Cara Menghadapi Klien yang Sulit

Do: Komunikasikan segala hal terkait project freelance tersebut dengan klien, mulai dari harga, waktu pengerjaan, brief referensi project, dan perjanjian kerja jika dibutuhkan. Dengan mengkomunikasikan project dengan klien, kamu akan lebih mudah menyelesaikan project tersebut.

Don't:
Jangan sulit diajak komunikasi. Terkadang klien suka bertanya mengenai progress project yang sedang kamu kerjakan, alih-alih panik karena project belum selesai dan memilih tidak menjawab chat klien, akan lebih baik kalau kamu mengkomunikasikan kendala yang kamu hadapi yang membuat kamu belum bisa menyelesaikan proect tersebut.

Penutup

Buat kamu freelancer pemula atau seseorang yang baru berniat untuk terjun ke dunia freelance, mengetahui segala tantangan sulit yang akan dihadapi selama menjadi pekerja lepas bisa membuatmu lebih percaya diri dan tangguh karena kamu sudah tahu medan kerja apa saja yang harus dilalui oleh seorang freelancer. Semoga artikel ini bisa membantu kamu untuk naik level sebagai freelancer ya. :)

Kamu baru saja menyelesaikan materi ketiga dari kelas freelancer gratis yang disediakan oleh Freelancevy. Tertarik untuk belajar materi selanjutnya? Silahkan pilih next atau bisa juga akses daftar isi konten kelasnya dibawah ini;